Empat Oknum Polisi “Tangkap Lepas” Kurir Rokok Tanpa cukai

SS Mengaku Dilepas Setelah Uang Rp.30 Juta Diantar ke Polres

Tapsel,President Pos

Empat oknum Polres Tapanuli Selatan menangkap dan melepas SS (50) selaku supir yang membawa rokok tanpa cukai setelah adik SS menyerahkan uang senilai Rp.30 juta di ruang oknum penyidik berinisial AS di kantor Polres Tapsel,hal itu dikatakan SS kepada President Pos baru-baru ini.

Menurut pengakuan SS Penangkapan dirinya diduga ada kerjasama antara beberapa oknum polisi menerima inpormasi dari LN dimana LN sendiri adalah penampung rokok tanpa cukai dimana rokok dibawa dari Riau yang dibawa oleh SS dan kuat dugaan penangkapan SS sudah diatur sedemikian rupa agar dimana posisi SS dapat diketahui dengan mudah oleh para oknum polisi yang akan menangkap SS.

Masih ungkap SS, 4 orang oknum polisi datang dengan mengendarai mobil lalu menyalib mobil yang dikendarai SS pada selasa (15/1/2019) sekira pukul 16:30 WIB di Desa Siunggam, Kecamatan Padang Bolak , Kabupaten Palas Utara-Sumatera Utara.

Lanjutnya lagi,Saat itu saya langsung ditanya bawa apa?, lalu saya jawab membawa rokok kemudian saya langsung dimasukkan ke mobil,sementara mobil yang saya kendarai diambil alih,kemudian mobil yang saya kendarai lalu dikemudikan salah seorang dari para oknum polisi itu selanjutnya saya dibawa ke Polres dan diperiksa oleh Juru Periksa Polisi,ujarnya.

Ditambah SS lagi,Dalam pemeriksaan saya sebut semuanya dan LN selaku penadah sudah hadir datang di kantor polisi saat saya diperiksa,tetapi saat saya menanda tangani BAP nama LN tidak ikut dicantumkan Juper dalam BAP,ucap SS tegas.

Masih menurut SS, Mobil yang mengangkut rokok tanpa cukai dan SS dilepas dari kantor Polres setelah terjadi ‘Delapan Enam’ dimana uang senilai Rp.30 juta langsung diantar dan diserahkan di ruang periksa yang diantar ke oknum polisi yang berinisial AS,sementara seorang oknum polisi bermarga S sebelumnya meminta uang sebesar Rp.50 juta lewat HP ke adek kita agar saya dibebaskan dan setelah uang sudah diterima di kantor Polres,kemudian oknum polisi yang bermarga S yang mengantarkan mobil kembali ,sebutnya.

” Saya dua hari satu malam di dalam dan saya dikurung di ruang kaca,lalu paginya saya lapar kemudian saya pergi sarapan dan cari uang untuk perdamaian itu,” katanya lagi.

Juga ditambahkan-nya,”Kepada pihak kepolisian saya harapkan agar jangan tebang pilih seharusnya LN selaku penadah harus menerima hukuman lebih berat karena saya hanya sebagai supir bukan barang saya tetapi kenapa LN bebas sesuka-sukanya padahal saya punya bukti tentang barang-barang LN,”kata SS tegas berharap.

Selain itu SS juga berharap agar LN segera turut diselidiki serta diproses secara hukum karena LN selain penampung rokok tanpa cukai juga diduga penampung minyak lampu ilegal yang diseludupkan dari Sumut melalui Belawan dan juga minyak didatangkan dari Propinsi Jambi.

Hingga berita ini dipublikasikan,Kapolres Tapsel belum dapat dimintai tanggapan,namun salah seorang oknum polisi bermarga S yang diduga terlibat dalam tangkap lepas kurir rokok tanpa cukai ini saat dihubungi pada Selasa siang (29/01/2019) lewat HP di nomor 08xx61xxxxxx mengakui bermarga S bertugas di Polres Tapsel, tetapi saat dimintai keterangan terkait kurir dan rokok yang ditangkap lalu dilepaskan, S tidak bersedia menanggapi.

Selanjutnya President Pos yang berusaha mengirimkan SMS untuk menguji sejauh mana kebenaran informasi penerimaan uang puluhan juta itu,namun sayangnya hingga berita ini dipublikasikan S tidak bersedia beri tanggapan terkait penerimaan uang tersebut.

Sampai dimana informasi ini berlanjut akan terus diikuti pemberitaanya.(pu/red)

banner 468x60
banner 300x250

No Responses

Comments are closed.