Cerita Bersambung Khusus Dewasa..; WARTAWAN PERINDU SURGA

Bagian 1..”Mengapa Kau Terlahir Bukan Untuk Diriku”

Oleh: Raja Khayal Hutahaean

Sendiri Joel berjalan menyusuri gelapnya malam, tiada rembulan menemani jalannya lagi,tidak ada terlihat senyum terlihat dari wajah tampannya,pandangan lelaki itu kosong seakan tidak mensyukuri apa arti hidup yang diberikan Tuhan-nya.Jalannya gontai sembari meneguk minuman keras yang jadi teman setianya, tatapan matanya tajam lurus memandang setiap sudut-sudut jalanan yang dipenuhi para pengangguran dan preman-preman malam yang kapan saja siap menerkam.

Namun kata bahaya sudah tidak ditakuti lelaki itu,dari lorong-lorong yang sempit hingga ke jalan lainnya langkah kaki pria berwajah dingin serta seram itu terus melangkah santai tanpa memperdulikan bahaya.
Jaket kulit hitam dan celana jeans yang membungkus tubuh tegap lelaki itu menemani perjalananya, sambil melangkah dilihatnya di sana-sini para preman siap menabur bahaya tetapi nama Joel bukan nama sembarang nama bagi setiap begundal yang ada di kalangan preman yang ada .

‘Siantar Man’ itulah julukan bagi Joel dan bagi pria kelahiran Kota Pematang Siantar-Sumut ini, satu jurus tikam cantik harus mampu melumpuhkan tiap lawan yang coba menantangnya , tetapi di balik penampilan seram itu Joel mendambakan kebahagiaan sejati dan untuk mencari bahagia yang telah hilang dari lelaki yang sedikit berbicara itu kerabkali jatuh ke pelukkan wanita-wanita malam yang mengagumi keperkasaannya saat bertarung memadu kasih .

“Sudah lama tidak berkunjung ke mari bang Joel?,”ucap perempuan pengelola cafe remang-remang.

“Sibuk mencari yang belum kudapat,”sebut Joel singkat.

“Bang ada cewek baru,sepertinya masih baru mengenal dunia malam,”kata wanita memakai gaun biru tipis menggariskan bentuk tubuhnya itu.

“Tolong beri minuman yang lebih keras lagi,”ucap lelaki tampan itu membalas sambil melihat sekeliling tempat yang dipenuhi wanita penghibur menunggu para pria hidung belang datang menghampiri.

“Pokoknya kali ini pasti abang merasakan kenikmatan tampil beda dari biasanya,”ujar wanita yang disebut sebagai mami itu sembari menuangkan minuman yang diinginkan pelanggannya .

“Pokoknya baru malam ini dia mulai bekerja sebagai penerima tamu, bang Joel,..kurasa ada baiknya abang dululah yang mentraining terlebih dahulu biar ketagihan dan tak malu-malu tu barang baru,”kembali si wanita berkulit putih bersih itu mengulangi idenya.

“Kenapa harus padaku kau tawarkan daganganmu,malam ini aku hanya ingin minum untuk melupakan masa lalu yang membelengguku,”tukasnya sambil meneguk minuman yang disuguhkan wanita cantik itu.

“Bang malam minggu lalu kau kutunggu-tunggu sampai hati ini gelisah tiada menentu tetapi lewat HP kau batalkan janji ,kemana sih bang?,”selidik wanita yang menyukai lelaki berwajah menarik itu.

“ Dewi..,apakah aku suamimu ?,”jawab Joel kembali tanpa banyak bicara sambil menghembuskan asap rokok yang dihisapnya.

Mendengar perkataan singkat itu ,Dewi si pemilk cafe semakin panas hatinya karena selama ini diam-diam wanita berbibir mungil ini menginkankan pria yang berada di depannya itu untuk menjadi kekasihnya.

Dalam hati perempuan berwajah manis itu berkata;”Kau Pernahkah Engkau Ingat Wajahku Dan Sebut Namaku? ,Kau Seringkah Engkau Terlambat Tidur Hanya Karena Rindu Datang Mengganggu?,Di Sini Sendiri Merenda Hari-hari ,Digeluti Rasa Rindu Jumpa Kamu,Kau Demi Untuk Kau Tidur Malamku Masih Sendiri,Kau Demi Untuk Kau Sampai Hari Ini Tak Pernah Kucoba Mencari Yang Lain.Pernahkah Engkau Bermimpi Melihatku Yang Sedang Menangis?,Pernahkah Engkau Titipkan Salam Lewat Angin Malam?,Di Jendela Kamarku Ini Aku Menanti,Di Ujung Malam Di Kamarku Ini Aku Menangis!” ,keluh wanita berwajah ayu itu di lubuk hatinya.

“Hei kenapa membisu Wiii..?”kata Joel membuyarkan lamunan si perempuan yang menyimpan isi hatinya itu.

“Lagi mikirin sapa dan ngapaya?,mikirin aku lelaki tampan dan mempesona ini ya!?,”kembali sebut preman yang disegani di daerahnya itu mulai berceloteh akibat pengaruh minuman keras yang seperti ular mematuk di hatinya.

“Ngapain mikirin play boy cap gayung seperti abang nih…ciuhh rugilah bang!,”sebut Dewi berbohong menyembunyikan perasaan hatinya.

“Ya sudah,tapi biasanya kalau setiap cewek cantik yang membenciku malah semakin tergila-gila lho melihat tatapan mataku ini,he he..!,”kelakar Joel sambil memegang jari lentik Dewi.

Hati wanita itu bergetar kencang saat tangan kasar Joel meremas lembut jarinya,ditatapnya lelaki itu di keremangan malam yang diterangi lampu remang-remang di cafe itu.Suara alunan musik yang romantis mengiringi tatapan pria bertubuh athetis itu,perempuan yang tidak biasa dipandang seromantis itu serasa terguncang jiwanya menahan asmara yang terpendam pada pria jantan itu.

“Kalau adek Dewi menaruh hati padaku,lebih baik lumpuhkan perasaanmu itu karena sudah kututup layar cintaku bagi seluruh perempuan , aku lebih suka menyusuri hamparan langit biru seorang diri tanpa ada kasih,tanpa ada kesetiaan,tanpa ada rindu lagi,”imbuh Joel sambil menatap tajam ke arah bagian dada Dewi yang membusung di balik gaun yang dikenakannya.

“Bang Joel munafik,”ketus Dewi menimpali.

Joel terdiam sejenak dilihatnya perempuan itu dengan seksama,diliriknya Dewi dengan sorotan tajam seakan menusuk ke jantung wanita berparas ayu itu,sementara mulanya Dewi tetap menatap ke arah bola mata lelaki tampan itu, tapi sinar mata Joel seakan menundukkan seluruh pertahanan wanita perindu belaian pria yang berada tepat di depannya itu.

“Apa maksut dengan kalimatmu itu?”,kembali Joel berucap penuh selidik.

“Kalau tanpa cinta,tanpa rindu ,tanpa kasih lalu kenapa beberapa wanita cantik dan muda yang bercerita padaku, abang ajak nginap lalu tidur bersama?,” kembali Dewi berujar.

“Semua wanita itu memang membuka pintu hati dan mengizinkan aku masuk ke hatinya,tetapi hati dan cintaku hanya untuk masa laluku.Mataku memang melihat tapi hatiku takkan terpikat ,..percayalah semua itu hanya kuanggap secawan anggur, bila habis dalam gelasku dapat kutuang lagi,wanita itu kuanggap burung peliharaan bila suka dapat kubeli sudah jemu dapat kulepas,lalu dimana kumanafikanku?,”beber Joel sambil kembali mengeluarkan rokok untuk dihirupnya.

“ Syukurlah aku tidak menjadi bagian dari mereka yang pernah abang nikmati,”sebut Dewi menannggapi.

“Siap pula yang berkeinginan merindukanmu,aku datang ke cafe ini untuk menikmati segelas anggur merah agar aku dapat melupakan kesusahanku,”sebut lelaki berwajah dingin itu balas menimpali ucapan Dewi.

Mendengar hal itu Dewi tertegun dan di lubuk hati wanita pengidola preman yang disegani itu berkata;”Jangan Biarkan Diriku Sendiri Demi Membuang Rasa Rinduku,Yang selalu Menggoda Bila Datangnya Malam ..,Ingin Rasanya Dekat Denganmu,Bayangan Wajahmu Takkan Kulupakan Disaat-Saat Sepi Begini,Ada Rasa Curiga Bila Tak Bersamamu .., Ingin Rasanya Memilikimu.Mengapa Kau Tercipta Bukan Untuk Diriku?,Mengapa Baru Kini Kita Bertemu?,Mengapa Kau Terlahir Bukan Untuk Diriku?,Mengapa Ada Dia Diantara Kita?,”kata wanita itu berkhayal dalam benaknya.

“Hei..saya dari tadi minta tambah minuman ehh.., malah melamun,ayooo!.. Dewi mulai naksir berat sama abangkan?,”ledek Joel berkelakar sembari menebar senyum yang mempesona setiap wanita yang melihatnya.

Dewi merespon dengan membalas senyuman yang indah dipandang lelaki itu,dengan bibirnya yang mungil dipenuhi gincu merah tipis wanita ayu itu lagi-lagi menahan ketawa atas kelakuan Joel si lelaki tambatan hatinya itu.

Dewi melangkah menjauh dari Joel hendak mengambil minuman yang diinginkan pria yang dijuluki Si Siantar Man, saat wanita itu berlalu darinya, lelaki yang dikenal tanpa rasa takut itu memandang pinggul ramping Dewi bergoyang meliuk sehingga menimbulkan gairah setiap mata lelaki yang memandangnya,namun pesona tubuh Dewi ditanggapi dingin oleh lelaki yang terkadang berpenampilan seram itu.

Sepeninggal Dewi, Joel melihat sekelilingnya dengan tatapan penuh selidik dia melihat satu persatu para tamu lelaki yang ditemani wanita pasangannya,diantara wajah seluruh wanita penghibur itu rata-rata sudah dikenalnya , tetapi saat bola matanya memandang seorang perempuan duduk sendiri memakai baju berwarna putih dengan rambut panjang sebahu sehingga menimbulkan kesan bahwa wanita itu lugu.

Tetapi walaupun penampilan wanita itu menarik hatinya, lagi-lagi lelaki yang selalu berpenampilan tenang ini tidak berusaha untuk beranjak dari tempat duduknya guna menemui si wanita berbaju putih itu.Joel kembali menyulut rokoknya,dihisapnya rokok filternya dalam-dalam hingga memasuki rongga dadanya ,selanjutnya secara perlahan dihembuskan asap dari lubang hidungnya menikmati kepulan asap putih yang dihasilkan rokok kesukaanya.

Dewi kembali menghampirinya dengan membawa sebotol minuman keras kemudian wanita itu menuangkan minuman yang berwarna merah darah ke dalam gelas tempat Joel meneguk minuman.Selanjutnya sambil meminum minuman yang telah dituangkan ke dalam gelasnya Joel mendekatkan tubuhnya lebih merapat ke tubuh Dewi yang berbau wangi parfum pembangkit selera lelaki.

“Apakah perempuan yang duduk sendiri dan bergaun putih itukah yang kau maksut dengan orang baru di sini,”ucap Joel sedikit menyelidik Dewi.

“Apakah bang Joel juga hendak jadikan dia sebagai anggur merah yang bila habis dalam gelas dapat dituang lagi?,”kata Dewi membalas dengan nada bercampur cemburu.

“Kan sudah kesebut, mataku memang melihat tapi hatiku takkan terpikat!,”imbuh Joel.

“Memang sih hatinya takkan terpikat,tetapi yang satu itu..apakah bisa tidak melekat?,”sebut Dewi lagi.

Saat Dewi dan Joel saling berdebat, tiba-tiba bunyi suara gaduh terdengar dari meja tempat wanita yang tadinya duduk sendiri itu.(bersambung 2…)

banner 468x60
banner 300x250

No Responses

Tinggalkan Balasan